h1

Pendidikan dan Pelatihan Dasar Bela Negara

September 30, 2009

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DASAR BELA NEGARA

Oleh
Letkol Ckm Drg. Sutrisno, M.Si

Pendahuluan

Menyikapi Direktif Menteri Pertahanan RI Nomor : DIR/01/M/2008 tanggal 31 Oktober 2008 tentang Pembinaan Pegawai Negeri Sipil, pada bagian Petunjuk Umum point 6 Implementasi b. 2) Nomenklatur Pendidikan dan Pelatihan Dasar Militer (Diklatsarmil) diubah menjadi Pendidikan dan Pelatihan Dasar Bela Negara”. Sudah barang tentu perubahan ini mempunyai konsekuensi pada perubahan kurikulum dan objek kajian. Pada Latihan Dasar Militer, jelas yang diajarkan ketrampilan-ketrampilan dasar militer, seperti baris-berbaris, latihan penghormatan, upacara militer, meluncur, menembak dan lain sebagainya.
Pada tulisan disini dibatasi pada objek kajian Pendidikan dan Pelatihan Dasar Bela Negara itu sendiri agar arah pendidikan dan pelatihan menjadi jelas, dimana pembahasan ini dibatasi pada dua konsep, yaitu : a) pendidikan dan pelatihan dasar ; b) objek kajian pendidikan bela negara.

Pembahasan

Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki cita-cita. Cita-cita yang diperolehnya dilakukan dengan melalui usaha dan cara disepanjang hidupnya. Untuk meningkatkan usaha dan cara manusia membutuhkan pendidikan. Sehingga dengan demikian sepanjang hidupnya manusia membutuhkan pendidikan. Tanpa pendidikan manusia tidak dapat berkembang sejalan dengan aspirasi (cita-citanya), dan oleh karena itu manusia dijuluki sebagai ”homo-educandum”. Pendidikan harus dibedakan dengan ilmu pengetahuan. Pendidikan objek materinya adalah manusia, maka nilai-nilai yang berkenaan dengan kemanusiaan menjadi muatan dalam teori pendidikan. Menurut Pratte, teori pendidikan disusun sebagai latar belakang yang hakiki dan sebagai rasional dalam praktek pendidikan, yang pada dasanya bersifat direktif. Bersifat direktif menunjukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Dengan demikian pendidikan mengarah pada tujuan terwujudnya manusia yang seutuhnya. Sedangkan ilmu pengetahuan objeknya adalah peristiwa sosial maupun peristiwa alam. Titik berat ilmu pengetahuan adalah pemikiran tentang hubungan sebab akibat. Orang yang berilmu, tetapi kurang memahami soal pendidikan cenderung dapat menyalahkangunakan ilmunya untuk berbagai kepentingan, baik yang positif maupun yang negatif. Sedangkan pendidikan mengarahkan manusia kepada perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Jika dapat disimpulkan pendidikan dapat berfungsi sebagai mengawal ilmu pengetahuan menuju kearah yang manusiawi. Sedangkan pelatihan merupakan upaya melatih peserta didik agar apa yang dididikannya dapat tercapai. Jadi pelatihan hanyalah merupakan cara, dalam hal ini cara yg paling dasar (basic training), sedangkan pendidikan merupakan bagian utama yang dibicarakan.
Dalam hal ini juga mengindikasikan pendidikan merupakan suatu proses yang diperlukan manusia dalam menghadapi persoalan hidup. Pertanyaannya adalah apa yang perlu dididik dari manusia itu ? manusia memiliki jiwa dan raga, sehingga yang perlu dididik itu adalah jiwa dan raganya. Pendidikan jiwa akan menghasilkan kemampuan intelektual, spritual, emosional, sedangkan pendidikan raga akan menghasilkan ketrampilan motorik, misalnya kemampuan menembak, kemampuan bela diri dan lain-lain. Pada intinya pendidikan merupakan suatu proses yang menghasilkan kesadaran dalam melihat persoalan kehidupan dan membentuk kemampuan intelektual, spritual, emosional, sikap serta kecakapan dan ketrampilan (ketrampilan motorik), yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan, atas dasar itu manusia dapat mengatasi persoalan yang dihadapi dalam kehidupannya yang luhur. Dengan demikian pendidikan menyangkut perilaku manusia menuju cita-cita yang luhur.
Bila ingin dikaitkan dengan bela negara, maka pendidikan bela negara harus menghasilkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan yang berkaitan dengan bela negara. Bela negara berdasarkan pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara. Jadi pendidikan bela negara adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan intelektual, spiritual dan emosional, sikap dan ketrampilan dalam rangka pertahanan negara yang dilandasi nilai-nilai kemanusiaan.
Pertanyaannya berikutnya ialah apa yang menjadi objek kajian dari pendidikan bela negara itu ? dalam dunia ilmu kita mengenal objek material dan objek formal. Berdasarkan objek material dan formal kita dapat menentukan fenomena yang harus diamati dan pengembangan konsep yang terkait dengan fenomena tersebut.
Objek Material. Objek material merupakan sasaran atau isi suatu kajian, dalam hal ini kajian yang akan dibahas dalam pendidikan bela negara. Sebagaimana telah disinggung diatas yang dimaksud dengan bela negara disini adalah upaya pertahanan negara. Untuk mendapatkan objek materialnya, maka harus diketahui terlebih dahulu apa tujuan pertahanan negara. Tujuan pertahanan negara dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara pasal 4 ialah ”…menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa”. Jadi objek yang dikaji adalah kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. Dalam buku ”Tataran Dasar Bela Negara” yang diterbitkan oleh Ditjen Pothan Dephan Pembinaan Kesadaran Bela Negara dilandasi oleh nilai-nilai bela negara, yaitu : cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila, rela berkorban, memiliki kemampuan fisik dan psikis. Berdasarkan pemahama ini, maka objek kajian secara materi, mencakup : 1) Kesadaran untuk menjaga, melindungi kedaulatan negara, meliputi; a) menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, b) kesadaran menjaga batas wilayah ; 2) Kesadaran melindungi, menjaga keutuhan wilayah, mencakup; menjaga keamanan wilayah, pertahanan wilayah, ketertiban wilayah, menata wilayah, membangun wilayah; 3) Kesadaran untuk menjaga, melindungi dan mencegah terhadap hal-hal yang mengancam keselamatan bangsa, mencakup; menjaga keamanan penduduk dari bahaya penyakit, perang, bencana alam, kebakaran, konflik dll.
Fenomena yang diamati. Dalam suatu kajian hendaknya harus diketahui dengan pasti apa yang hendak diamati, agar kita dapat benar-benar fokus. Dalam pendidikan bela negara berdasarkan kajian materialnya, maka fenomena (gejala) yang perlu diamati berkaitan dengan : 1) respon-respon masyarakat terhadap kehidupan demokrasi mempunyai hubungan langsung dengan kedaulatan rakyat sebagai dasar kedaulatan negara; 2) rasa kemanusiaan ; munculnya rasa tolong menolong (menjaga nila-nilai kemanusiaan dan persatuan, dengan sendirinya perlu memperhatikan gejala kurangnya rasa tolong menolong, yang dapat mengindikasikan adanya pengabaian terhadap persatuan dan kemanusiaan ; 3) respon masyarakat terhadap perilaku korupsi, hal ini perlu menjadi perhatian, sebab mempunyai implikasi terhadap terancamnya keselamatan bangsa dari dalam ; 4) respon-respon masyarakat terhadap konflik horisontal dan vertikal yang muncul, yang dapat mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Objek formal. Objek formal adalah metode atau pendekatan yang digunakan dalam, mengkaji masalah. Dalam rangka pendidikan bela negara diperlukan metode :1) Metode aspek keruangan (spasial), 2) Metode aspek Lingkungan ( misalnya , politik, demokrasi, ekonomi, sosial budaya, pertahanan-keamanan, tolong ,menolong, kesadaran berorganisasi, kesadaran berkumpul, kesadaran menjaga lingkungan hidup dll), 3) kesadaran menjaga kewilayahan (teritorial), diantaranya peka terhadap persoalan perbatasan, pembinaan teritoral, sadar pentingnya daerah pangkal perlawanan dll, serta 4) aspek waktu (temporal). Berdasarkan objek formal tersebut dapat dicari hubungan antara fenomena dari aspek manusia yang melihat pentingnya menjaga kedaulatan neghara, keutuhan wilayah negara, serta keselataman bangsa, yang selanjutnya akan menghasilkan teori, model, prosedur dan keputusan tentang bagaimana itu membela negara secara manusiawi.
Konsep Dasar Bela Negara. Jika sudah jelas objek formal dari pendidikan bela negara, maka dapat dikembangkan konsep dasar bela negara, antara lain : 1) kedaulatan negara ; 2) Keutuhan wilayah sebagai wadah untuk melindungi bangsa dan negaranya guna tercapainya tercapai cita dan tujuan hidup ; 3) Keselamatan bangsa merupakan hal yang mutlak untuk dilindungi dari segala hal yang mengancam untuk mencapai cita dan tujuan hidupnya serta kelangsungan hidupnya
Konsep dasar yang esensial. Guna memahami dan mengembangkan konsep dasar bela negara, maka perlu diperhatikan hal-hal esensial yang perlu menjadi perhatian, yaitu : 1) Konsep pola konflik , yang mencakup : mengkaji pola konflik pada daerah yang seimbang antara jumlah pemeluk agama, contoh : Palu, Poso, Ambon ; munculnya konflik pada daerah yang menimbulkan kesenjangan antara penduduk asli dan pendatang. contoh : kasus Sampit ; 2) Konsep Jarak (semakin jauh dari pusat kekuasaan semakin mudah terjadinya disintegrasi bangsa, sehingga perlu memperhatikan daerah-daerah yang berbatasan dengan negara lain. ); 3) Konsep keterjangkauan (accessibility), dimana hubungan satu tempat ketempat lain harus dipermudah, misalnya dengan pembuatan jalan, alat komunikasi dan transportasi dll). Penduduk di wilayah perbatasan lemah terhadap keterjangkauan sehingga dapat terpengaruh oleh negara tetangga (rawan sebagai daerah frontier); 4) Konsep kesadaran nilai-nilai bela negara, mencakup : cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban, memiliki kemampuan fisik dan psikis.
Berdasarkan objek kajian material dan kajian formal, maka pendidikan bela negara dapat diarahkan kepada tujuan yang jelas dan terarah. Dan selanjutnya dapat disusun kedalam kurikulum pendidikan bela negara yang disesuai dengan berbagai jenjang pendidikan kedinasan yang ada.
Ilmu/Pengetahuan Penunjang. Untuk menunjang pendidikan bela negara diperlukan ilmu/Pengetahuan penunjang, antara lain : 1) Ilmu Pendidikan, 2) Psikologi, 3) Sosiologi, 4) Ilmu Politik, 5) . Geografi politik, 6) Ketahanan Nasional, 7) Pengetahuan Militer/Pertahanan (misalnya, Tataran dasar Bela Negara, Potensi Pertahanan, Doktrin Pertahanan Negara, Sishankamrata, Strategi Pertahanan Negara, Manajemen Pertahanan Negara), 8) Etika Politik, 9) Etika Umum/Dasar

Kesimpulan

Pendidikan Dan Pelatihan Dasar Bela Negara merupakan upaya untuk mendidikan warga negara yang responsif terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan melalui proses pelatihan dasar. Dengan demikian pendidikan bela negara dalam kajiannya membutuhkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pertahanan negara, seperti ilmu militer, geopolitik, geostrategi, manajemen pertahanan, doktrin pertahanan, ilmu geografi, ilmu politik, ilmu sosial, dan ilmu pendidikan serta etika.
Direktif Menteri Pertahanan RI, khususnya yang menyangkut Pendidikan dan Pelatihan Dasar Bela Negara perlu disikapi dan ditindak lanjuti melalui suatu langkah-langkah akademik dan kebijakan teknis guna tercapainya tujuan pertahanan negara pada umumnya dan pendidikan pegawai di lingkungan Departemen Pertahanan khususnya.

Daftar Pustaka

- Barnadib, Imam, Dasar-Dasar Kependidikan, Ghalia Indonesia, 1996.
– Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan- Departemen Pertahanan, Tataran
Dasar Bela Negara, 2006.
– Rasyad, Aminudin dan Arifin, H.M, Dasar-Dasar Pendidikan, Direktorat
Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka,
1997.
– Saifullah, Ali, Filsafat Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya, tanpa tahun
– Sidharta, B. Arief, Apakah Filsafat dan Filsafat Ilmu itu, Pustaka Sutra,
Bandung, 2008.
– Suhartono, Suparlan, filsafat Pendidikan, Ar-Ruzz, Jogjakarta, 2006.
– Undang-Undang Dasar 1945
– Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara

- Direktif Menteri Pertahanan RI Nomor : DIR/01/M/X/2008 tanggal 31
Oktiober 2008 tentang Pembinaan Pegawai Negeri Sipil.

Naskah ini telah diterbitkan di “WIRA” ; Media Informasi Departemen Pertahanan, Vol.21 No.5, Januari-Februari 2009.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: